ATB Sudah Menunjukan Kelas Terdepan Mengelola air Bersih

Artikel ini diambil dari www.atbbatam.com
Dipublikasikan Pada : 21-NOV-2017 16:29:02,   Dibaca : 141 kali
BATAM - Sebagai bahan referensi untuk meningkatkan kinerja di bidang pengolahan air bersih di salah satu anak perusahaan kratau steel indonesia di bidang air bersih, PT Krakatau Tirta Industri (KTI) berkunjung ke PT Adhya Tirta Batam (ATB).

Kunjungan diterima langsung oleh jajaran manajemen ATB yakni Manager Corporate Communication ATB Enriqo Moreno, Manager Produksi ATB Estiyudo Listyadi serta jajaran Staf di PT Adhya Tirta Batam (ATB)

"Banyak hal yang dapat kami pelajari dengan kunjungan ini, sama-sama kita ketahui bagaimana ATB telah melakukan pengolahan air dari tadah hujan kemudian atb bisa menurunkan NRW atau kebocoran yang signifikan, dengan memanfaatkan sistem teknologi SCADA dan GIS terintegrasi yang efektif dalam operasional perusahaan," jelas Tatang Kuswara Direktur Pengembangan Usaha PT Krakatau Tirta Industri akhir pekan lalu.

Kunjungan berlangsung di Instalasi pengolahan Air (IPA) Duriangkang dan IPA Mukakuning beberapa waktu lalu. Selain dapat meninjau langsung pengolahan air di lingkungan ATB, pertemuan diisi dengan banyak berdiskusi ringan dan saling berbagi pengalaman seputar pengelolaan air baik di ATB maupun sebaliknya.

Enriqo menjelaskan kondisi ATB secara umum dalam berbagai hal mulai dari konsesi awal ATB dengan BP Batam hingga kinerja ATB dalam menurunkan angka kebocoran sejak dari awal sampai sast ini bisa menekan kebocoran dengan angka terendah di Indonesia yakni 15,28 persen.     

"Dulu di awal-awal operasional ATB memang tinggi angka kebocoran rata-rata, karena selain membenahi kondisi di lapangan, ATB juga menata semua pipa-pipa yang ada di lapangan," cerita Enriqo.

Begitu juga hal-hal lain seperti pemanfaatan teknologi yang dibangun oleh internal ATB sendiri, SCADA dan GIS salah satu wujut nyata karya karyawan ATB yang dihasilkan sampai saat ini. SCADA ini merupakan satu-satunya yang terintegrasi dengan baik di seluruh perusahan daerah airminum di Indonesia bahkan di tingkat global.

"SCADA dan GIS ini memang dibangun oleh karyawan ATB sendiri, semua dikerjakan dari nol dan dengan mimpi besar bersama, semua bisa kita wujutkan, dan seperti inilah hasilnya SCADA sangat membantu bidang operasional dan pelayanan ATB ke pelanggan," lanjut Enriqo.

Diskusi juga di lanjutkan dengan membahas sistem produksi yang ada di ATB, Estiyudo menjelaskan secara umum konsep produksi yang berjalan di ATB. Termasuk kondisi lima dam yang digunakan ATB untuk mengolah air bersih. Batam yang hanya mengandalkan curah hujan sebagai air baku harus lebih hemat dalam pengunaan air bersih.

"Batam juga sempat mengalami kekeringan (elnino) pada 2015. Kondisi ini sangat tidak familiar dan tidak diinginkan. Bagaimanpun penggiliran air tetap kami lakukan untuk memperpanjang usia produksi dam tersebut," cerita Estiyudo        

Dengan kunjungan yang dilakukan setidaknya bisa mendapatkan gambaran, rombongan juga sempat meninjau area produksi dan bangunan intake di IPA Duriangkang, termasuk IPA di Mukakuning. Di IPA Mukakuning rombongan juga melihat ruang SCADA ATB dan melihat secara realtime kondisi-kondisi suplai pelanggan, kondisi produksi dan jumlah kebocoran yang ada.  

"Kami berharap dengan kunjungan ini akan lebih meningkatkan kinerja, kami sudah melakukannya meski belum sesempurna di ATB. ATB sudah menunjukan kelas terdepan dalam pengelolaan air bersih, kami bisa belajar dari sini (ATB red) ATB dalam pengembangan bisnisnya sudah berjalan bagus dengan menyediakan kebutuhan air hampir 100 persen ini kinerja yang sangat bagus ATB sudah melaksanakan itu tetap di pertahankan dan kepuasan pelanggan tetap di tingkatkan," harap Tatang Kuswara. Corporate Communication ATB / Yusuf Riadi)