Kunjungan Kemenko Pelajari Teknologi Informasi ATB

Artikel ini diambil dari www.atbbatam.com
Dipublikasikan Pada : 24-DEC-2017 15:06:02,   Dibaca : 636 kali
Sebagai benchmark dari banyak perusahaan air di Indonesia, PT Adhya Tirta Batam (ATB) jadi rujukan untuk meningkatkan kinerja dari sebuah perusahaan air minum.

Selain dikunjungi oleh sejumlah PDAM dan instansi pemeritah, ATB juga menerima kunjungan dari bagian infrastruktur sumber daya air Menko Perekonomian.

"Kami memilih ATB untuk dikunjungi karena sudah menjadi yang terbaik di Indonesia, kami mendapatkan informasi dari Perpamsi sehingga kami penasaran ingin mengetahui informasi lebih banyak terkait pengelolaan air yang di lakukan oleh ATB," ujar Gatot Joko Budisantoso mewakili rombongan, Jumat (22/12).

Rombongan yang terdiri dari enam orang tersebut, ingin mendapatkan masukan-masukan ataupun informasi di beberapa perusahaan air minum. Dengan adanya survei lapangan seperti ini bisa jadi suatu informasi untuk bisa di bagikan ke sejumlah perusahaan air minum lainnya.

"Kami ingin melihat langsung pengelolaan air di ATB yang saat ini teknologinya cukup canggih. Sebelumnya kami juga berkunjung ke wilayah Jawa Tengah untuk melihat proses pengolahan air oleh PDAM yang masih di kelola secara manual," ujarnya.
     
Selama kunjungan rombongan mendapatkan informasi seputar ATB secara umum, pulau Batam yang tidak memiliki sumber air seperti suangai ataupun mata air. Jajaran manager ATB di bidang operasional turut hadir berdiskusi tentang banyak hal

"Melalui teknologi SCADA dan GIS, sistem oerasional ATB berjalan dengan baik yang menghasilkan efisiensi di berbagai bidang baik secara teknis maupun SDM," ucap Enriqo Moreno, Corporate Communication Manager ATB     

Kepada rombongan juga di jelaskan masing masing bagian operasional dengan memanfaatkan SCADA dan GIS. Seperti proses Produksi, dapat lebih mudah memonitor dan mengontrol area produksi secara detail dan realtime.

"Untuk produksi, kita bisa memantau level dam, dan mengontrol operasional di IPA dengan realtime," ungkap Estyudo Listyadi, Manager Porduksi ATB

Sementara untuk prooses distribusi juga bermanfaat dengan adanya SCADA dan GIS, memantau area distribusi hingga kebutuhan air di suatu wilayah pelanggan bisa di monitor hanya dengan layar SCADA.

"Tekanan air ke pelanggan kita bisa mengetahui dari sini, jadi kita bisa menyesuaikan air yang di kirim ke pelanggan sesuai dengan kebutuhan," jelas Enriqo.

Begitu juga untuk menekan tingkat kebocoran air, ATB dapat memantau titik-titik pipa yang mengalami kebocoran sehingga bisa meminimalisir air yang terbuang.
   
Setelah mendapat penjelasan seputar teknologi yang di aplikasikan ATB, diharapkan nantinya hasil dari kunjungan ini bisa jadi suatu masukan positif serta bisa jadi masukan untuk sejumlah PDAM.

"Kita sangat bersyukur bisa berkunjung kesini, ATB sudah sangat baik sebagai perusahaan pelayanan publik telah penerapkan konsep teknologi informasi sesuai dengan era digital saat ini. Hasilnya nanti akan di sampaikan ke pimpinan untuk bisa di aplikasikan juga di sejumlah PDAM," harap Gatot. (Corporate Communication ATB / Yusuf Riadi)