ATB Peduli Anti Narkoba, Ciptakan Lingkungan Kerja yang Produktif

Artikel ini diambil dari www.atbbatam.com
Dipublikasikan Pada : 12-JUN-2018 13:38:50,   Dibaca : 178 kali
Sebagai perusahaan air bersih terbaik di Indonesia PT Adhya Tirta Batam (ATB) juga peduli dengan karyawannya yang bebas Narkoba serta zat psikotropika lainnya. Hal tersebut di wujudkan melalui keikut sertaan delegasi ATB sebagai relawan anti narkoba bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri.

"ATB juga peduli dengan anti narkoba, dalam waktu dekat akan dilakukan pelantikan atau pengukuhan relawan antara ATB dengan BNNP Kepri," ucap Roni Hartawan, QHSE Manager ATB

Roni menyebutkan pada pertemuan bersama BNNP Kepri beberapa hari lalu, PT Adhya Tirta Batam mengirimkan tiga orang delegasinya untuk asistensi penguatan pembangunan berwawasan anti narkoba dengan instansi terkait.

"Nantinya tiga orang dari tim ATB akan didaftarkan sebagai relawan batch pertama, sedangkan yang empat orang lagi akan dilakukan penguatan terlebih dahulu," ujarnya.

Mendukung program anti narkoba di lingkungan ATB, akan jadi salah satu bagian dari kebijakan perusahaan. Pembentukan relawan anti narkoba merupakan bagian dari upaya memutus aspek bisnis narkoba.

"Nantinya relawan akan bekerja lebih aktif dan kreatif untuk memutus bisnis ini," jelas Roni.

Pencegahan penyalahgunaan narkoba dilingkungan perusahaan, tidak hanya berdampak pada karyawan dengan terhindar dari penyalahgunaan narkoba. Namun bagaimana mewujudkan suasana kerja yang produtif dan sehat.

"apabila suasana kerja sehat akan mampu meningkatkan mutu kerja yang baik dan memberikan kontribusi positif bagi perusahaan," harapnya.

Sementara setiap relawan harus bisa memberikan penjelasan atau masukan kepada perusahaan.  Seperti terjadi kasus indikasi karyawan menggunakan narkoba pada saat pengetesan pertama urine.

Untuk menjustifikasi apakah dia pengguna narkoba atau tidak, perlu pengetesan lanjutan sehingga terhindar dari kesalahan disposisi terhadap orang tersebut.

Sekedar informasi, Indonesia saat ini sudah masuk dalam kondisi darurat dimana penyebaran narkoba di semua instansi pemerintah ataupun perusahaan, bahkan yang dianggap aman bagi pengedar adalah di Lapas.

Berdasarkan hasil penilitian BNN dan Puslitkes UI tahun 2017 bahwa kerugian ekonomi dan sosial yang ditimbulkan oleh permasalahan narkoba itu sekitar Rp 84.7 trilliun.
Dan diperkirakan di Indonesia sekitar 11.071 orang/tahun atau 30 orang/hari meninggal karena dampak penyalahgunaan narkoba. (Corpcomm/yusuf)