Adhya Tirta Batam Official Website

Kapasitas Air Dam Tersisa Semakin Mengecil

Artikel ini diambil dari www.atbbatam.com
Dipublikasikan Pada : 26-JUL-2018 19:12:17,   Dibaca : 627 kali
Air merupakan kebutuhan primer manusia yang tak bisa digantikan, tetapi sayangnya Batam tidak dianugerahi sungai ataupun mata air. Seperti kita ketahui bersama, Batam hanya mengandalkan curah hujan yang ditampung di dam atau waduk.

"Sumber air baku di Batam yang berasal dari curah hujan, kemudian ditampung di dalam lima dam, yakni Dam Duriangkang, Dam Mukakuning, Dam Harapan, Dam Sei Ladi, dan Dam Nongsa, dengan total kapasitas waduk sebesar 3.820 liter/detik. Sementara, total kapasitas produksinya sebesar 3.610 liter/ detik," ujar Maria Jacobus, Head of Corporate Secretary, Selasa (24/7)

PT Adhya Tirta Batam, sebagai perusahaan air bersih terbaik di Indonesia telah mampu menjangkau sekitar 278.000 pelanggan atatu 99,5 % area pelayanan dengan fokus pendistribusian air bersih ATB di mainland Batam.

"Saat ini dari keseluruhan waduk tersebut jumlah produksi air ATB sekitar 100 juta kubik per tahun. Jumlah ini untuk mengcover kebutuhan berbagai segmen, baik rumah tangga, niaga, dan industri Jika dirata rata maka saat ini konsumsi penduduk Batam per orangnya mencapai 190 liter/hari. Ini diatas rata-rata nasional dalam hal penggunaan air yang hanya sekitar 130 liter/ hari," ujarnya.

Untuk mengakomodir tingginya kebutuhan konsumsi sedangkan sumber air bakunya terbatas maka ATB terus berupaya menekan kebocoran. Bahkan sejak 2016 hingga kini kebocoran ATB telah berhasil di tekan ke angka kisaran 15 sampai 16 %.

"ATB tidak pernah berhenti berusaha untuk mengatasi keterbatasan air baku, caranya tentu saja sesuai dengan wewenang yang dimiliki ATB yaitu menekan kebocoran air. Kebocoran air ATB saat ini berkisar 15 sampai 16 %. Ini sudah paling efisien di Indonesia, dimana tingkat kebocoran rata rata air nasional adalah 32%," ujar Maria.

Meski segala sesuatu berjalan baik, seluruh komponen masyarakat Batam tetap harus waspada. Menurut Maria, hal ini dikarenakan sumber air baku Batam tetap terbatas. Sumber air baku ini bisa saja berkurang karena curah hujan yang rendah.

"Kondisi terkini total produksi air bersih ATB sudah mencapai sekitar 3.300 liter per detik, sedangkan kapasitas produksi ATB 3.610 liter per detik, dan total kapasitas kelima dam hanya 3.820 liter per detik. Idle capacitynya (kapasitas tersisa-red) sudah semakin mengecil,??? tambah Maria.

"Meski belum kritis tapi sudah memasuki tahapan rawan. Apalagi jika terjadi sesuatu yang anomali atau diluar prediksi. Misalnya curah hujan yang rendah,"tambah Maria.

Melihat data dan kondisi diatas, ditambah kondisi ketersediaan sumber air baku di Batam yang sangat terbatas, seberapa besar ketahanan sumber air baku di Batam? (Corpcomm/melda)