Pentingnya Peran Masyarakat Menjaga Daerah Resapan Air

Artikel ini diambil dari www.atbbatam.com
Dipublikasikan Pada : 30-JUL-2018 13:05:33,   Dibaca : 541 kali
Gelaran ATB BP Batam Festival Hijau 2018 sukses dilaksanakan, kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian ATB terhadap lingkungan diharapkan bisa bermanfaat bagi keberlangsungan ketersediaan air dimasa mendatang.

Sebagai daerah yang memiliki sumber air yang sangat terbatas, penanaman pohon yang dilakukan ATB bisa diikuti oleh banyak perusahaan, termasuk masyarakat Batam secara keseluruhan.

Selain menanam 1000 pohon di area waduk, peserta Festival Hijau juga mendapatkan informasi seputar daerah penghijauan, melalui Talk Show Sinergitas Pemerintah dan Swasta untuk penghijauan Batam merupakan rangkaian kegiatan Festival Hijau 2018. Presiden Direktur ATB Ir. Benny Andrianto menyebutkan, event menanam pohon rutin digelar setiap tahun, guna memperingati hari lingkungan hidup.
 
"Kita tahu Batam sangat tergantung dengan ketersediaan air, maka kita ajak masyarakat untuk menanam agar kelangsungan air bisa kita pertahankan," tuturnya.
 
Kepala Kantor Air dan Limbah BP Batam, Binsar Tambunan menyebutkan, Batam awalnya dibangun hanya untuk 700 ribu penduduk dan sekarang penduduk Batam berjumlah 1,25 juta orang.
 
Karena keterbatasan inilah pemerintah membangun waduk tampungan air hujan yang tadinya belum ada. Hal ini didukung dengan curah hujan di Batam yang cukup tinggi yakni 2500mm per tahun.
 
"Bagaimana kita menampung air hujan sebaik mungkin dan semaksimal mungkin. Maka kita bangun enam waduk yang harus kita jaga bersama," ujar Binsar.
 
Diakuinya, melihat tingginya tingkat pertumbuhan di Kota Batam, sementara keenam waduk ini memiliki keterbatasan tampungan. Kedepan Pemerintah Batam harus masuk kepada pengolahan air laut dan mencari sumber air di sekitar pulau Batam. Sehingga rencana pembangunan kota Batam bisa didukung terhadap ketersediaan air.
 
"Rencananya penduduk Barelang di tahun 2030 berjumlah 3,5 juta orang dan ini sudah harus mulai kita siasati terkait persediaan air baku," papar dia.
 
Hadi Susilo Arifin memaparkan, perlu adanya peran serta semua pihak di dalam mensosialisasikan ketersediaan air saat ini. Paling utama ialah mengajak semua pihak sadar dan peduli terhadap lingkungannya.
 
"Kuncinya ada di masyarakat, disosialisasikan oleh ATB dan BP Batam, didukung oleh pemerintah dan dilaksanakan oleh masyarakat. Event Festival Hijau seperti ini harus diperbanyak dengan arah yang sama menuju keberlanjutan dan ketersediaan air baku di Batam," tutur Hadi.
 
Gelaran ATB BP Batam Festival Hijau juga digelar beragam lomba, mulai dari mewarnai, lomba kreasi jingle, modern dance hingga video pendek, tak lupa diisi dengan acara hiburan, games dan doorprize di penghujung acara. (Corpcomm/adie)