Adhya Tirta Batam Official Website

Perbaikan Pipa di Flyover laluan Madani, DPRD Kepri Puas Dengar penjelasan ATB

Artikel ini diambil dari www.atbbatam.com
Dipublikasikan Pada : 28-JUN-2019 17:19:06,   Dibaca : 594 kali
Komisi III DPRD Kepri berkunjung ke PT. Adhya Tirta Batam (ATB) untuk mendengar penjelasan rinci mengenai kebocoran pipa di Flyover Laluan Madani. Presiden Direktur ATB Benny Andrianto dan jajaran Direksi beserta sejumlah manager menyambut rombongan  yang dipimpin Widiastadi Nugroho.

Kesempatan itu, ATB memaparkan penyebab kebocoran pipa, beserta langkah yang dilakukan guna menanggulangi masalah tersebut.

"DPRD Kepri berterimakasih kepada ATB karena telah memberikan keterangan secara terperinci. Dengan demikian, kami sudah tahu apa yang harus kami sampaikan kepada warga," ujar Widiastadi di Adhya Building, Selasa (25/6).

Presiden Direktur ATB Benny Andrianto mengatakan, ATB telah memulai proses pembangunan jalur distribusi baru untuk menangani masalah kebocoran pipa tersebut. Waktu pengerjaan diperkiraan akan berlangsung selama 45 hari, terhitung sejak 10 Juni silam.

"Kita berupaya keras agar pekerjaan bisa selesai tepat waktu," ujar Benny.

Kebocoran diketahui terjadi pada pipa yang berada di bawah timbunan tanah di tengah jalan masuk (Oprit) flyover Laluan Madani. Kebocoran ini diduga terjadi saat pengerjaan konstruksi Flyover, dan tidak dilaporkan oleh pihak kontraktor kepada ATB.

Karena kebocoran terjadi tepat pada Oprit di Median jalan, ATB terpaksa harus membangun jalur pipa baru. Saat ini pengerjaan penggalian telah dilakukan, dan penggelaran pipa di jalur baru juga sedang dalam prose pengerjaan.

Dengan dibangunnya jalur pipa baru, maka jalur lama sepanjang 1 km terpaksa harus di non-aktifkan. Tentu saja pembangunan jalur baru membutuhkan biaya yang cukup besar. Namun ATB tetap memilih membangun jalur distribusi baru untuk menjaga keandalan suplai kepada pelanggan.

Pembangunan jalur baru ini sekaligus meningkatkan kualitas suplai di komplek Baloi One Resident, Baloi Mas, Batu Batam, Anggrek Permai, dan sekitarnya.

Setelah jalur baru selesai, maka distribusi air akan dialihkan melalui jalur baru sehingga gangguan suplai hanya akan terjadi saat pemindahan jalur distribusi. Estimasi waktu yang dibutuhkan untuk pemindahan jalur distribusi sekitar 5 jam.

"ATB akan menginformasikan kepada pelanggan dua hari sebelum gangguan terjadi. Area terdampak adalah Baloi Mas dan sekitarnya," paparnya.

Potensi kerugian materil akibat kebocoran di flyover Laluan Madani diperkirakan mencapai Rp 70 juta/bulan. Selain itu, tekanan air pada jalus distribusi air di area Baloi Mas akan rendah. Performa tanki Ozon juga dipastikan menurun.

Kebocoran di Oprit juga berpotensi membahayakan struktur jalan layang kebanggaan masyarakat Batam tersebut. Kebocoran bisa membuat struktur tanah di flyover menurun dan jalan utama akan selalu basah.

Menurutnya, jumlah kebocoran pipa dalam 2 tahun terakhir mencapai 198 titik setiap bulannya. Kebocoran akibat pihak ketiga rata-rata berada di atas angka 150 titik.

Dengan kebocoran yang tinggi, upaya efisiensi penggunaan air akan sulit dicapai. Harusnya, dengan sumber air baku yang terbatas, penggunaan air bersih yang efisien harus semakin ditingkatkan. Termasuk menekan kebocoran-kebocoran melalui partisipasi warga.

Dia juga mengingatkan agar pihak-pihak yang hendak melakukan pengerjaan proyek hingga dapat berdampak pada pipa distribusi air agar menginformasikan terlebih dahulu kepada ATB.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan masyarakat yang sudah peduli dalam melaporkan kebocoran flyover ini. Untuk menghindari kebocoran, kedepannya kami berharap pihak pelaksana pekerjaan bisa berkoordinasi dengan saat akan melakukan perkerjaan. Kami juga mengimbau warga dan semua pihak segera menginformasikan jika terjadi kebocoran," ujarnya.

Informasi dan pengaduan seputar kebocoran maupun layanan ATB lainnya dapat menghubungi call centre ATB di (0778) 467111, Fanpages Facebook ATB Batam, atau Webchat di www.atbbatam.com. (Corporate Secretary)