Adhya Tirta Batam Official Website

Santunan ATB Membawa Berkah

Artikel ini diambil dari www.atbbatam.com
Dipublikasikan Pada : 19-DEC-2019 09:12:31,   Dibaca : 958 kali
BATAM - Gerimis mewarnai perjalanan tim perwakilan PT Adhya Tirta Batam (ATB) menuju kediaman Akbar Nugroho Ramadhan (14 tahun), siswa SMP Negeri 8 Nongsa yang didiagnosa menderita penyakit kelenjar getah bening.
 
Menempuh perjalanan sekitar 30 menit ke lokasi Kavling Sambau Nongsa, tim ATB akan menyerahkan langsung santunan bagi Mustahik sebagai bagian dari program CSR ATB Peduli Sosial Kemanusiaan kepada Akbar.
 
ATB berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Batam. Seiring pertumbuhan ATB menjadi perusahaan air terbaik dan terpercaya di Indonesia, orientasi bisnis ATB tidak semata berkisar pada profit saja. Sejak tahun 2010, ATB berperan aktif dalam program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
 
ATB memiliki banyak program CSR di berbagai bidang, salah satunya program CSR ATB Peduli Sosial Kemanusiaan. Program ini rutin menggelar penyerahan hewan kurban, pembagian sembako dhuafa dan bantuan mustahik. Akbar adalah salah satu penerima santunan program Mustahik ATB periode Desember 2019.
 
Setibanya di rumah Akbar, kedua orangtuanya menyambut kedatangan rombongan ATB. Akbar sempat menemui tim ATB untuk bersalaman dan sembari malu-malu masuk kembali ke kamarnya. Menurut Pak Sambudi, Akbar memang pemalu sejak kecil. Tubuh Akbar sangat kurus dan benjolan di lehernya masih terlihat besar.
 
"Sudah 6 bulan terakhir ini, Akbar tidak masuk sekolah," ujar Sambudi, ayah kandung Akbar, yang ditemui tim ATB di Kavling Sambau Nongsa pada Jumat (13/12).
 
Menurut ayah kandung Akbar yang berprofesi sebagai tukang ojek online ini, Akbar mengalami sakit akibat benjolan di leher sejak awal Mei 2019. Hasil pemeriksaan awal, Akbar didiagnosis mengidap Tuberkulosis (TB). Namun benjolan dilehernya semakin hari semakin membesar.
 
Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, Akbar yang masih duduk di kelas VII, ternyata didiagnosis menderita penyakit kelenjar getah bening. Di usianya yang masih remaja, Akbar harus menanggung penderitaan yang besar.
 
Sambudi menuturkan bahwa putranya tersebut saat ini tidak bersedia menjalani biopsi lanjutan karena trauma setelah sebelumnya pernah menjalani operasi usus buntu. Sambudi dan istrinya pun mengupayakan pengobatan alternatif untuk kesembuhan Akbar.
 
Pengobatan alternatif ini, menurut Sambudi membutuhkan biaya yang sangat besar. Asuransi kesehatan dari pemerintah yang dimilikinya hanya bisa mengcover untuk pengobatan medis di rumah sakit. Mau tidak mau, Sambudi harus bekerja keras untuk membiayai secara mandiri pengobatan anaknya.
 
"Sekarang sedang menjalani pengobatan herbal di Bengkong. Benjolannya diterapi seminggu dua kali. Alhamdulillah kondisinya sudah mulai membaik dan mau makan," jelas Sambudi sambil sesekali matanya terlihat berkaca-kaca.
 
Sambudi sangat berterima kasih kepada ATB yang telah memberikan bantuan moril dan materi untuk anaknya. Saat ini, keluarga Sambudi menumpang tinggal di rumah milik saudaranya. Bantuan dari ATB sangat berarti dalam meringankan beban biaya pengobatan anak bungsu kesayangannya.
 
"Terima kasih ATB sudah jauh-jauh kesini, menjenguk Akbar dan memberi bantuan dana. Ini jadi kekuatan kami juga untuk terus berjuang demi kesembuhan Akbar," ucap Sambudi saat menerima santunan dari program Mustahik ATB yang diserahkan langsung oleh Human Capital Development Manager ATB, Sudarsono.
 
Perjal