Sun, 19 Nov 2017
Selamat Datang di Website PT. Adhya Tirta Batam (ATB)
Bayarlah tagihan anda sebelum tanggal 20 setiap bulannya untuk menghindari terkena denda tunggakan

Info Grafis

Dewan Pengawas PDAM Tirta Kahuripan `Belajar` Turunkan Angka Kebocoran ke ATB

Dipublikasikan Pada : 20-JUL-2017 ,   Dibaca : 828 kali

BATAM - Tips serta tahapan-tahapan dalam menekan anga kebocoran dalam sebuah perusahaan daerah air minum (PDAM) menjadi diskusi hangat saat PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor Jawa Barat bertandang ke PT Adhya Tirta Batam (ATB), Kamis (20/7/2017) siang.

Keberhasilan ATB dalam menekan tingkat kebocoran hingga paling rendah se-Indonesia menjadi alasan utama pimpinan bersama belasan pegawai belajar banyak ke perusahaan air bersih di Batam ini.

"Di ATB sudah cukup bagus dan dilakukan secara sistematis, pengendalian tingkat kehilangan air dengan memanfaatkan teknologi informasi sehingga tingkat kehilangan air bisa di tekan. Kami bisa menarik pelajaran dari apa yang sudah dilakukan ATB. Kami ingin memperoleh informasi dan Best Practice yang sudah di lakukan oleh ATB terkait pengendalian kehilangan air," ujar Alla Asmara, Anggota Dewan Pengawas PDAM Tirta Kahuripan Kab Bogor.
 
Menurutnya, tingkat kehilangan air di PDAM Tirta Kahuripan masih perlu mendapat penanganan serius. Mengingat tingkat kehilangan air di PDAM-nya sekitar 26 persen. Dan ingin lebih ditekan lagi seperti yang sudah di lakukan ATB.

"Untuk itu, kami ingin mencoba menekan lebih jauh kehilangan air seperti yang di lakukan ATB. Kami berharap bisa mengadopsi dan beradaptasi dengan apa yang telah di lakukan ATB," jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Enriqo Moreno, Corporate Communication ATB, didampingi Manager NRW Sadma Lastyanta, Manager IT & System Jamaluddin menjelaskan profil ATB secara umum, ATB yang ditunjuk pemerintah untuk memproduksi sekaligus mendistribusikan air bersih bagi penduduk Batam memiliki tantangan tersendiri dalam mengelola air di Batam.

"Batam sangat tergantung dari curah hujan sebagai sumber air bersih. Batam tidak memiliki sumber air baku seperti danau ataupun sungai, air baku yang dimanfaatkan ditampung dalam dam buatan," ujar Enriqo.

Begitu juga untuk mengelola operasional perusahaan, ATB juga tidak bisa lepas dari penggunaan teknologi informasi. Inovasi yang dilakukan ATB juga diterapkan di area operasional seperti produksi, distribusi dan kebocoran (NRW), sehingga bisa lebih memudah dalam mengontrol. 

"Kami juga memanfaatkan teknologi khususnya informasi, manfaatnya cukup membantu jajaran ATB mengelola perusahaan, termasuk mengendalikan kebocoran," ujarnya.

Kesempatan tersebut, Manager NRW ATB Sadma Lastyanta mengatakan, kebocoran di sebuah perusahaan air jadi faktor penting untuk ditangani.

ATB juga  mengaplikasikan teknologi informasi untuk menekan kebocoran, kebocoran yang mudah di kontrol dengan teknologi yang di bangun sendiri oleh karyawan ATB.

"ATB mampu menurunkan tingkat kebocoran dari 26 persen ke angka 15,17 persen, hal ini juga didukung oleh penggunaan teknologi salah satunya dengan m


Copyright © 2016 Adhya Tirta Batam. All Rights Reserved. Situs didesain oleh Internal Developer PT. Adhya Tirta Batam