Tue, 20 Nov 2018
Selamat Datang di Website PT. Adhya Tirta Batam (ATB)
Layanan ATB Mobile hadir di GOR Bandara, Lap Bola Tanjung Uma, Pasar BBC Dapur 12, pasar Fanindo Tanjung Uncang.
ATB Raih TOP Perusahaan Air Minum Terbaik dan TOP CEO Perusahaan Air Minum Terbaik dari TOP BUMD 2018.
Pembayaran tagihan air ATB bisa dilakukan di Indomaret serta Bank Bukopin
Bayarlah tagihan anda sebelum tanggal 20 setiap bulannya agar terhindar dari denda keterlambatan dan penghentian aliran air bersih.

Info Grafis

Curah Hujan Rendah, Momok Bagi Sumber Air Baku

Dipublikasikan Pada : 26-JUL-2018 19:40:02,   Dibaca : 514 kali

Ketersediaan air baku di Batam yang bersumber dari curah hujan, sangat perlu kita jaga bersama ketahanannya. Apalagi jika terjadi kondisi cuaca yang tidak menentu, seperti kemarau, dimana curah hujan yang rendah.

"Perlu diwaspadai karena jangan sampai Batam mengalami krisis air bersih. Kondisi kota Batam mulai diguyur hujan beberapa bulan ini. Namun, dengan intensitas curah hujan yang masih rendah," ujar Maria Jacobus, Head of Corporate Secretary, Kamis (26/7).

Beberapa pekan terakhir ini pun, kondisi kota Batam mulai diguyur hujan. Namun, dengan intensitas curah hujan yang masih kecil. Dimana curah hujan belum seperti yang diharapkan, dan terkadang hujan tidak turun di wilayah dam.

"Batam sudah mulai diguyur hujan beberapa pekan terakhir ini. Namun, curah hujan yang turun intesitasnya masih kecil, dan tidak merata di semua wilayah. Hujan pun terkadang tidak turun di wilayah dam, sehingga tidak terlalu berpengaruh signifikan dalam meningkatkan ketersediaan sumber air baku," ujar Maria.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau diperkirakan pada bulan Agustus dan September 2018. Curah hujan akan semakin terus menurun, seiring terjadinya puncak musim kemarau.

"Apabila, diperkirakan sekitar bulan Agustus diperkirakan terjadinya kemarau, maka ketersediaan air baku dapat terus berkurang seiring surutnya air di dam-dam tersebut," ujarnya.

Diprakirakan pada puncak musim kemarau yang terjadi pada bulan Agustus dan September, curah hujan berkisar antara 20 sampai 0 milimeter per bulan atau sama sekali tidak ada hujan. BMKG meminta masyarakat mengantisipasi musim kemarau yang berpotensi berakhir pada bulan September tahun 2018.

"Batam perlu waspada. Dimana, di tahun 2015 sempat terjadi surutnya air baku pada dam, khususnya dam Sei Harapan. ATB sempat melakukan penggiliran suplai air kepada pelanggan di wilayah Sekupang dan sebagian Tiban. Kondisi terkini level dam Sei Harapan berada di angka minus 1,2 meter," ungkap Maria.

ATB mengimbau pelanggan hendaknya mengubah pola pemakaian air bersih. Pelanggan diharapkan dapat lebih menghemat pemakaian air bersih.

"Pelanggan air bersih ATB diharapkan memakai seperlunya, bukan secukupnya. Lebih bijak dalam menggunakan air bersih, dan selalu sediakan tampungan air untuk meminimalisasikan dampak dari menyusutnya ketersediaaan air baku ini," ujar Maria.

Musim kemarau yang akan terjadi, menjadikan PT Adhya Tirta Batam mengimbau masyarakat kota Batam lebih memperhatikan pemakaian airnya, demi keberlangsungan cadangan air baku di Batam.

Mengingat air bukanlah hanya tanggung jawab satu atau sekelompok orang saja. Pelanggan diharapkan membantu dan bersama-sama bijak dalam menggunakan air bersih.

"Masyarakat juga diharapkan membantu menjaga dam dengan tidak mencemari dam dan daerah tangkapan air sekitar dam," tutup Maria. (Corpcomm/melda)



Copyright © 2016 Adhya Tirta Batam. All Rights Reserved. Situs didesain oleh Internal Developer PT. Adhya Tirta Batam