Adhya Tirta Batam Official Website
 
Sun, 08 Dec 2019
Selamat Datang di Website PT. Adhya Tirta Batam (ATB)
Selalu Siapkan Tampungan Air, Antisipasi Terjadi Gangguan Suplai
Sumber Air Baku di Batam Terbatas, Gunakan Air Seperlunya Bukan Secukupnya.
Layanan ATB Mobile hadir di Pasar Botania 2, pasar Sei Harapan, Pasar BBC Dapur 12, pasar Fanindo Tanjung Uncang.
Pembayaran tagihan air ATB bisa dilakukan di Alfamart, Indomaret serta Bank Bukopin
Bayarlah tagihan anda sebelum tanggal 20 setiap bulannya agar terhindar dari denda keterlambatan dan penghentian aliran air bersih.

Info Grafis

Menjaga Sumber Air Baku untuk Keberlangsungan Masa Depan Batam

Dipublikasikan Pada : 26-NOV-2019 19:45:56,   Dibaca : 237 kali

BATAM - Ketersediaan air baku yang cukup di pulau Batam harus menjadi perhatian utama, hal tersebut dikarenakan air baku yang sangat terbatas. Pulau Batam yang berbatasan langsung dengan Singapura tidak memiliki sumber air melimpah seperti kota-kota lain di Indonesia.

Air baku yang ada hanya mengandalkan curah hujan yang ditampung di lima waduk yang dibangun oleh Otorita Batam/BP Batam. Waduk Duriangkang jadi tulang punggung menopang 70 persen kebutuhan air bagi warga Batam. Terbatasnya sumber air baku membuat ATB bersama pemerintah melalui BP Batam sangat menjaga ketersediaan air baku.

"Sumber air yang ada saat ini patut kita jaga, karena kebutuhan air bersih hanya bersumber dari curah hujan yang ditampung dalam waduk. Menjaga Daerah Tangkapan Air (DTA) ikut berkontribusi untuk keberlangsungan masa depan Batam," ungkap Head of Corporate Secretary ATB Maria Jacobus, Selasa  (26/11).   

Maria menambahkan, lima waduk yang ada saat ini aktif digunakan sebagai sumber air baku. Keberadaan waduk di Batam tidak seharusnya digunakan untuk kepentingan lain, apalagi dapat mempengaruhi kualitas air ataupun menggangu fungsi Catchment area

"Secara bersama-sama kita sebagai warga Batam harus lebih peduli menjaga waduk yang ada. Waduk merupakan satu-satunya sumber air bagi masyarakat Batam. Partisipasi masyarakat juga diperlukan agar waduk yang ada bisa berfungsi dan selalu terjaga," ucap Maria.

Kondisi Batam yang tidak memiliki sumber daya air yang melimpah, cukup rentan mengalami kekeringan. Waduk-waduk yang aktif saat ini bisa dilihat secara kasat mata, level permukaan air mulai mengalami penurunan, ketersediaan air bersih tetap harus sama-sama dijaga.

"Saat musim kemarau tentu mempengaruhi ketersediaan air waduk, sangat rentan terhadap kekeringan. Untuk itu, peran masyarakat menjaga DTA harus diperlukan, mari bersama-sama kita jaga sumber air kita," pesan Maria.     

Disisi lain, dari keterbatasan air baku yang tersedia, ATB sebagai operator pengelolaan air terus berinovasi mengelola air dengan seefisien mungkin.  

"ATB juga berupaya melakukan pengelolaan dan pendistribusian air dengan efisien, melalui Smart Water Management System sebagai sistem pengelolaan air yang cerdas berbasis inovasi teknologi. ATB mampu menekan angka kehilangan air paling rendah di Indonesia yakni diangka 16,6 persen," jelas Maria.  
 
Masih berbekas diingatan saat Batam dilanda musim kemarau beberapa tahun silam, waduk mengalami kekeringan dan penggiliran air terpaksa dilakukan. Waduk Sei Harapan sudah dua kali mengalami penggiliran yakni tahun 2015 dan 2019.

"Jangan sampai waduk yang ada saat ini jadi terganggu, menjaga waduk yang ada dapat menyelamatkan air bersih untuk generasi mendatang," harap Maria   

ATB bersama Pemerintah dalam hal ini BP Batam dan Pemko Batam secara rutin melakukan program penghijauan melalui penanaman pohon. Melalui Festival Hijau ATB rutin menanam minimal 1000 pohon di Daerah Tangkapan Air (DTA) setiap tahun. Kontribusi elemen masyarakat yang terlibat turut serta menjaga sumber air untuk masa depan.

"Menjaga ketahanan penyediaan air di wilayah DTA melalui penanaman pohon merupakan upaya nyata yang terus dilakukan. Hal ini dilakukan agar kuantitas, kualitas dan kontinuitas air baku yang ada bisa terjaga dengan baik," ujar Binsar Tambunan, Kepala Kantor Pengelolaan Air dan Limbah BP Batam, pertengahanNovember lalu.

BP Batam bersama sejumlah perusahaan cukup aktif melakukan upaya konservasi di wilayah DTA sejumlah waduk di Batam, terutama di Waduk Duriangkang. BP Batam bahkan melakukan program pembersihan puluhan ton eceng gondok yang menutupi permukaan waduk terbesar di Batam tersebut.  

Binsar menambahkan, ketersedian air bersih menjadi sangat penting. Menjaga DTA jadi sangat penting dilakukan, tidak hanya dari pemerintah, peran aktif masyarakat juga diperlukan karena waduk merupakan sumber air untuk bersama.

"Saya mengimbau kepada warga Batam untuk sama-sama menjaga DTA dan waduk yang ada. Sehingga keberlangsungan waduk dan kualitas air bersih bisa terjaga dan memenuhi kebutuhan masyarakat Batam," pesannya. (Corporate Secretary/Yusuf Riadi)




Copyright © 2016 Adhya Tirta Batam. All Rights Reserved. Situs didesain oleh Internal Developer PT. Adhya Tirta Batam