Adhya Tirta Batam Official Website
 
Thu, 02 Apr 2020
Selamat Datang di Website PT. Adhya Tirta Batam (ATB)
Selalu Siapkan Tampungan Air, Antisipasi Terjadi Gangguan Suplai
Sumber Air Baku di Batam Terbatas, Gunakan Air Seperlunya Bukan Secukupnya.
Layanan ATB Mobile hadir di Pasar Botania 2, pasar Sei Harapan, Pasar BBC Dapur 12, pasar Fanindo Tanjung Uncang.
Pembayaran tagihan air ATB bisa dilakukan di Alfamart, Indomaret serta Bank Bukopin
Bayarlah tagihan anda sebelum tanggal 20 setiap bulannya agar terhindar dari denda keterlambatan dan penghentian aliran air bersih.

Info Grafis

Batam Diambang Krisis Air, BP Batam Sarankan Lakukan Ini

Dipublikasikan Pada : 05-MAR-2020 18:00:16,   Dibaca : 2371 kali

BATAM - PT. Adhya Tirta Batam (ATB) mengabstraksi air baku Waduk Duriangkang melalui 3 Instalasi Pengolahan Air (IPA). Diantaranya IPA Duriangkang, dengan kapasitas 2.200 liter perdetik. IPA Tanjungpiayu dengan kapasitas 200 liter perdetik.

Air baku dari Waduk Duriangkang juga dialirkan ke IPA Mukakuning sebesar 300 liter perdetik. Waduk ini melayani 80% kebutuhan masyarakat kota Batam. Sehingga, total pelanggan yang mendapat suplai air dari Waduk Duriangkang adalah sekitar 228.900 sambungan.

Per tanggal 5 Maret 2020, penyusutan volume air baku di Waduk Duriangkang telah mencapai minus 3,06 meter dari permukaan bangunan pelimpah. Pemerintah (BP Batam) memutuskan untuk melakukan penggiliran (Rationing) di waduk Duriangkang.

"Langkah ini akan mulai dilakukan pada Minggu kedua Maret 2020, dengan skenario 2-5. Artinya, operasional di waduk Duriangkang akan berhenti selama 2 hari, dan akan berjalan seperti biasa selama 5 hari dalam seminggu," jelas Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus Kamis (5/3)

Program penggiliran ini akan berdampak kepada sekitar 228.900  pelanggan yang dilayani melalui waduk tersebut. Tidak hanya berdampak pada 196.000 pelanggan domestik, penggiliran suplai juga akan berimbas pada 2.900 pelanggan Industri dan 30 ribu pelanggan Komersil.

Adapun daerah yang akan terdampak penggiliran meliputi Tanjungpiayu, Mukakuning, Sagulung, Batuaji, Tanjunguncang, Marina, Batam Centre, Nagoya, Jodoh, Bengkong, Batuampar, Kabil, Punggur dan sekitarnya.

Pelanggan akan mengalami pemulihan suplai setelah Instalasi Pengolahan Air (IPA) kembali beroperasi.

Waktu yang dibutuhkan untuk memulihkan suplai air pasca penggiliran sangat tergantung kepada perilaku konsumen. ATB berharap, konsumen yang ada di area hulu (berdekatan dengan Instalasi Pengolahan Air) lebih bertoleransi, agar pengguna yang berada di ujung pipa atau tempat yang tinggi dapat segera mendapat aliran air setelah penggiliran selesai.

"Pentingnya bertoleransi saat penggiliran sangat di perlukan, agar pelanggan yang di ujung suplai tetap bisa menikmati aliran air," harap Maria.    

Menurut estimasi, sebagian pelanggan akan kembali mendapatkan aliran air dalam 24 hingga 79 jam setelah terjadi penggiliran.
 
"Jika tidak dilakukan penggiliran, menurut perhitungan air di Waduk Duriangkang akan mencapai batas minimum pada 13 Juni 2020," lanjut Maria.

Dengan dilakukannya penggiliran ini, maka diharapkan akan memperpanjang umur Waduk Duriangkang selama 23 hari. Sampai kapan penggiliran akan dilakukan? ATB akan mengikuti petunjuk dan arahan pemerintah, dalam hal ini BP Batam.

ATB juga membuka channel komunikasi yang bisa diakses, guna memenuhi kebutuhan informasi dan program edukasi bagi pelanggan. Mulai dari Hotline Call Centre di 0778-467111, Email: call.centre@atbbatam.com dan Webchat: www.atbbatam.com.

Pelanggan juga bisa menghubungi di sosial media ATB, seperti Facebook: ATB Batam, Instagram: atb.batam dan Twitter: @atbbatam. Atau dapat menghubungi kantor pusat dan cabang pelayanan terdekat. (Corporate Secretary ATB)




Copyright © 2016 Adhya Tirta Batam. All Rights Reserved. Situs didesain oleh Internal Developer PT. Adhya Tirta Batam