Adhya Tirta Batam Official Website
 
Sat, 25 Jan 2020
Selamat Datang di Website PT. Adhya Tirta Batam (ATB)
Selalu Siapkan Tampungan Air, Antisipasi Terjadi Gangguan Suplai
Sumber Air Baku di Batam Terbatas, Gunakan Air Seperlunya Bukan Secukupnya.
Layanan ATB Mobile hadir di Pasar Botania 2, pasar Sei Harapan, Pasar BBC Dapur 12, pasar Fanindo Tanjung Uncang.
Pembayaran tagihan air ATB bisa dilakukan di Alfamart, Indomaret serta Bank Bukopin
Bayarlah tagihan anda sebelum tanggal 20 setiap bulannya agar terhindar dari denda keterlambatan dan penghentian aliran air bersih.

Info Grafis

Visi dan Komitmen, Kunci Utama Meraih Sukses

Dipublikasikan Pada : 13-JAN-2020 22:36:35,   Dibaca : 129 kali

"Anda harus membuat tim Anda memiliki Nilai, Inovasi, dan Visi," Jack Ma

Beberapa edisi yang lalu sempat saya bahas tentang "Visi tanpa aksi adalah mimpi". Kali ini saya akan bahas seberapa penting Visi bagi perusahaan, dan bagaimana seharusnya Visi sebuah perusahaan, agar membuat perusahaan menjadi sukses dan eksis.

Ciri khas perusahaan yang sukses pasti punya tujuan yang jelas, yang dimanifestasikan dalam pernyataan visi yang jelas. Tidak ngambang. Pernyataan visi ini biasanya didesain dengan sangat serius. Bukan hanya asal sekedar jadi.

Mari kita lihat perusahaan raksasa global, Samsung. Apa visinya?

"Menginspirasi dunia dengan teknologi, produk, dan desain inovatif kami, memperkaya kehidupan masyarakat dan berkontribusi bagi kesejahteraan sosial dengan menciptakan masa depan yang baru" Visi ini memiliki beberapa kata kunci seperti Inspirasi Teknologi, Inovatif Design, kontribusi kesejateraan dan masa depan baru.

Visi ini memotivasi Samsung, sehingga perusahaan secara terus menerus melakukan inovasi dengan temuan-temuan. Bekerja keras, untuk terus menjadi inspitator teknologi inovatif dan mampu membuat gaya hidup baru di masa depan.

Apakah berhasil? Mari kita tinjau.

Samsung dan Apple. Corp telah bersaing ketat sejak dulu. Keduanya berlomba-lomba melakukan inovasi teknologi.  Samsung sebagai perusahaan yang terhitung baru dibidang teknologi harus mengakui keunggulan inovasi dan terobosan yang dilakukan oleh Apple. Dimasa lalu memang kita melihat design Apple sangat luar biasa halus dan cantik. Tapi itu dulu.!

Sekarang yang terjadi adalah sebaliknya, kita banyak melihat Samsung lebih maju dan lebih inovatif baik dari sisi design, maupun kecanggihan teknologi. Samsung sudah mulai meluncurkan Galaxy Fold, ketika apple masih bertahan dengan Lollypop designnya.

Apalagi kalau bicara teknologi yang dicangkokkan oleh Apple. Banyak yang telah diaplikasikan oleh Samsung dimasa lalu dan baru dipakai

Apple saat ini. Samsung telah menginspirasi banyak pihak dan bukan hanya Apple.
Inilah dampak dari sebuah Visi. Mengubah positioning dan mind set setiap insan yang ada. Termasuk strategi perusahaan.

Kita lihat perusahaan lain yang memiliki visi yang tegas dan jelas. Kali ini kita ambil contoh perusahaan dalam negeri saja. Indofood misalnya. Visinya adalah "Total Food Solution". Solusi total makanan. Artinya, Indofood mau menjadi perusahaan yang menjadi solusi bagi kebutuhan pangan.

Apa yang terjadi?

Sejak pernyataan visi ini dibuat dan dideklarasikan oleh Indofood, perusahaan menunjukan komitmen yang kuat untuk mengembangkan perusaaan ke arah visi tersebut.

Kita bisa melihat, bagaimana saat ini Indofood merajai hampir semua industri makanan. Yang paling terkenal adalah Indomie, yang telah mendunia. Kita hampir tak pernah bicara mie instan lain selain Indomie. Kita bisa memilih berbagai macam varian rasa. Itu namanya total food solution. Kini, Indomie menjadi penguasa pasar.

Perusahaan yang berhasil adalah perusahaan yang memiliki visi yang jelas, dan memiliki komitmen untuk mencapai visi tersebut dengan sepenuh hati. Tanpa itu, tidak mungkin perusahaan tersebut berhasil.

Sebuah perusahaan yang tak memiliki visi, maka dia seperti kapal yang berlayar tanpa tujuan. Sehingga tak mungkin dia bisa mencapai tujuan, karena memang tujuannya tak ada. Visi menjadi goal dan tujuan utama bagi perusahaan untuk bisa menjadi apa yang dia inginkan.

Apa jadinya bila perusahaan tak punya Visi?

Kita bisa lihat bagaimana yang terjadi di ATB sebelum tahun 2009. Ketika perusahaan ini belum memiliki Visi yang jelas. Belum ada tujuan untuk menjadi perusahaan air bersih terbaik di Indonesia. Karena ketiadaan visi itu, ATB tak bisa menjadi yang terbaik. Jangankan di Indonesia. Di Batam saja kita tidak dikenal.

Apakah saat itu ATB tidak punya sumber daya yang kompeten? Apakah saat belum memiliki visi, ATB tidak bekerja keras?

Sama sekali tidak. ATB telah diisi oleh sumber daya manusia yang sangat kompeten dan selalu bekerja keras. Namun masalahnya, ketika tujuannya tidak jelas maka segala sumber daya yang dimiliki tadi tidak bisa disinergikan.

Semua sumber daya akan berjalan dengan arah dan tujuan masing-masing. Tidak saling bersinergi. Malah sering bertolak belakang. Karena tak bisa sinergi, ATB tidak menjadi perusahaan yang efektif dan efisien. Sehingga ATB tak pernah bisa jadi perusahaan yang terpercaya. Karena memang tidak pernah ada tujuan itu sebelumnya.

Pada tahun 2009, ATB membuat perubahan besar. Perusahaan membuat sebuah visi. Visi ATB adalah "Menjadi perusahaan air paling terpercaya di Indonesia". Disitulah awal ATB bersepakat agar perusahaan ini tidak hanya jadi yang terbaik, tapi juga harus menjadi yang terpercaya.

Mengapa harus jadi yang terpercaya? Karena menjadi yang terbaik sangat mudah dicapai. Namun menjadi yang terpercaya butuh komitmen dan kerja keras jangka panjang. Anda harus terus menerus menjadi yang terbaik selama bertahun-tahun, supaya bisa menjadi yang terpercaya.

Pembenahan dilakukan. Segala sumber daya dioptimalkan untuk tujuan tersebut. Strategi bisnis ditata kembali. Sehingga perusahaan berjalan semakin efisien dan efektif dari waktu ke waktu.

Yang terjadi adalah perubahan yang sangat kontras. Anda bisa lihat, perbedaan yang sangat mencolok antara ATB sebelum tahun 2009, dan setelah 2009. Sebelum memiliki Visi, dan setelah memiliki Visi.

Sekarang ATB telah mencapai Visi tersebut. ATB telah menjadi perusahaan air bersih paling terpercaya di Indonesia. Itu terbukti. Kita menerima 26 penghargaan  dari berbagai lembaga prestisius dan kredibel selama hampir 4 tahun terakhir.

Salah satu yang sangat membanggakan adalah SNI Platinum Award dari Badan Standardisasi Nasional (BSN). ATB mampu meraih dua kali platinum award.

ATB adalah satu-satunya perusahaan lokal yang berdiri sejajar dengan perusahaan multinasional, BUMN kelas kakap dan perusahaan terbuka. Dan belum pernah terjadi sejak kompetisi digelar 15 tahun yang lalu perusahaan lokal mampu mendapatkan platinum!

Kita bisa melihat sekarang, bahwa visi itu memiliki kekuatan luar biasa. Dapat mendorong ATB yang hanya perusahaan lokal, mampu berdiri sejajar dengan perusahaan multinasional, BUMN kelas kakap dan perusahaan terbuka.

Apalagi buktinya?
Sebuah lembaga survey profesional pernah menggelar survey kepuasan pelanggan di Batam pada tahun 2018. Beberapa perusahaan utilitas masuk ke dalam daftar survey. ATB salah satunya. Bersama dengan perusahaan BUMN

Hasilnya mengejutkan. Survey tersebut menunjukan bahwa ATB memiliki tingkat kepercayaan tertinggi dibanding perusahaan utilitas lain di kota Batam, yang notabene adalah perusahaan nasional, bahkan BUMN.  

Inilah manfaat dari adanya visi.
Pertanyaannya, apakah cukup hanya punya visi? Banyak kok perusahaan punya visi tapi tak  berhasil. Kira-kira kenapa ya?

Itu karena visi yang dibuat tidak jelas, tak definitif. Visi yang kabur dan sifatnya hanya formalitas tak akan memberikan nilai tambah apapun. Malah sebaliknya, akan merusak perusahaan itu sendiri.

Saya harus bilang, perusahaan yang tidak memiliki visi, atau memiliki visi yang tidak jelas, maka 50 persen sudah gagal dari awal.

Kenapa visi bisa tidak jelas?

Itu karena pemimpinnya tidak punya visi. Visi perusahaan hampir identik dengan visi pemimpin. Jadi kalau pemimpin tidak punya visi, maka sulit untuk membuat visi bagi perusahaan. Anda harus camkan, bahwa visi bukan keinginan dari bawah. Bukan Bottom-up. Tapi Top-Down.

Jadi, kalau mau berhasil, buatlah visi yang jelas dan definitif. Sehingga bisa menjadi guidance untuk membawa perusahaan mencapai tujuannya dengan baik.

Kita sangat yakin, banyak perusahaan Nasional, BUMN dan Perusahaan Terbuka yang sudah memiliki Visi. Tapi ternyata, banyak pula yang masih gagal.

Apakah kegagalan itu terjadi karena mereka membuat Visi hanya sebagai formalitas? Dan bukan bagian dari sebuah Komitmen? Karena sesungguhnya, bekerja ini bukan hanya sekedar formalitas. Tapi harus dilakukan dengan penuh komitmen.

Mari kita pikirkan. Salam Kopi Benny. (*)





Copyright © 2016 Adhya Tirta Batam. All Rights Reserved. Situs didesain oleh Internal Developer PT. Adhya Tirta Batam