Adhya Tirta Batam Official Website

Berkontribusi Besar Untuk Batam, Kini ATB Dapat Kepercayaan Banyak Daerah

Artikel ini diambil dari www.atbbatam.com
Dipublikasikan Pada : 24-MAY-2021 09:32:01,   Dibaca : 318 kali
BATAM - Setelah sukses mengelola air bersih di Batam selama 25 tahun, kini PT Adhya Tirta Batam (ATB) diincar oleh sejumlah daerah di Sumatera, Jawa dan Kalimantan.

"Keberhasilan ATB di Batam dilihat oleh daerah-daerah lain di Indonesia. Sehingga ATB diberikan kesempatan untuk berinvestasi di kota lain di Indonesia. Ini adalah buah keberhasilan ATB mengelola air bersih di pulau Batam," papar Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus Senin (24/5/2021).

ATB berterimakasih kepada Batam, karena telah diberikan kesempatan untuk mengelola air selama 25 tahun. Sehingga ATB mampu membuktikan diri sebagai pengelola air terbaik, dan mampu membawa Batam menjadi kota dengan pelayanan terbaik di Indonesia.

Sejumlah catatan gemilang telah ditorehkan perusahaan ini di Batam. Salah satunya adalah dengan tingkat kebocoran 14%, ATB telah mampu menyelamatkan Batam dari kekurangan air pada tahun 2015.

ATB bahkan mampu mencegah kaburnya investor, karena pelayanan air yang tidak memuaskan. Hingga tahun 2020 ATB bahkan mampu menambah hampir 40 ribu pelanggan. Sehingga pelanggan ATB pada akhir konsesi dengan BP Batam telah mencapai hampir 300 ribu sambungan.

Hal ini tentu tidak terlepas dari penerapan "Smart Water Management System" yang merupakan implementasi revolusi industri 4.0. ATB membangun teknologi SPARTA Smart Solution yang telah mendapatkan Paten dari Kementerian Hukum dan HAM pada tahun 2019 silam.

Teknologi terintegrasi yang dibangun dengan sumber daya internal ATB ini jugalah yang punya andil besar dalam menyelesaikan masalah kehilangan air di Batam. Perusahaan mampu menekan angka kehilangan air hingga 14 persen, dengan jangkauan pelayanan mencapai 99,5 persen dan kontinyuitas suplai 23,7 jam.

ATB juga memberikan kontribusi yang sangat besar kepada Batam, baik dari aspek materil maupun imateril. Sejatinya, pernyataan kepala BP Batam, Muhammad Rudi yang mengatakan kontribusi ATB sangat kecil, sepertinya kurang tepat. Mungkin karena tidak mendapat informasi yang cukup, kepala BP Batam menganggap kontribusi ATB sebesar Rp 28 miliar pertahun tidak cukup.
 
Jangan lupa ATB telah menyerahkan aset SPAM sebesar lebih kurang Rp 1 triliun. Aset-aset itu dibangun tanpa membebani anggaran pemerintah sepeserpun. Aset-aset itulah yang saat ini dikelola oleh operator selanjutnya.

"Apakah pemerintah tidak memperhitungkannya?" tanyanya.

Aset tersebut dibangun tanpa adanya penyesuaian tarif selama sepuluh tahun. Padahal penyesuaian tarif itu merupakan kewajiban BP Batam yang diberikan kepada ATB.

"Operator yang melanjutkan tidak mengeluarkan biaya apapun. Jika kepala BP Batam, menyebutkan kontribusi ATB sangat kecil, apakah aset-aset tersebut tidak dilihat sebagai bagian dari kontribusi?" imbuhnya.

Selain itu, ATB juga merupakan salah satu penyumbang pajak terbesar di Batam. Direktorat Jenderal Pajak memberikan penghargaaan khusus kepada ATB sebagai penyumbang pajak terbesar selama 3 tahun berturut-turut. Total pajak yang telah disumbangkan ATB kepada negara mencapai Rp 1 triliun.

Pengelolaan air bersih yang profesional juga telah menjadi salah satu magnet bagi investasi Batam. Selain karena posisinya yang strategis dan fasilitas free trade zone, pengelolaan air terbaik di Batam telah memberikan multiplier effect yang nilainya sangat tidak ternilai.

"Invesment return jangan hanya dilihat dari nilai finansial, tapi juga dari kredibilitas, nilai immaterial, da