Adhya Tirta Batam Official Website
 
Tue, 27 Jul 2021
Selamat Datang di Website PT. Adhya Tirta Batam (ATB)
SPARTA Smart Solution ATB, solusi pengelolaan air profesional

Info Grafis

Dampak Kebisingan Bisa Sebabkan Ketulian dan Peningkatan Psikologi (Tensi) Karyawan

Dipublikasikan Pada : 18-APR-2017 09:35:19,   Dibaca : 5001 kali

BATAM - Setiap hari manusia terlibat pada suatu kondisi lingkungan kerja yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut kurang lebih sangat mempengaruhi kemampuan manusia.
Mengingat kemampuan dalam melaksanakan kegiatannya dengan baik dan mencapai hasil yang optimal akan terwujud jika para pekerjanya mengikuti aturan dalam pengenaan alat keselamatan di lingkungan yang terbilang bising dan menyebabkan ketulian. Satu diantaranya pelindung telinga dan helm keselamatan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Dr. Joko Prasetyo, MKK, Occupational Health Physician dari Rumah Sakit Awal Bross Batam saat memberikan pemaparan kebisingan yang menyebabkan ketulian pada telinga manusia di hadapan peserta pelatihan Produksi di Batam, Selasa (18/4/2017) pagi.

"Kebisingan itu sendiri, merupakan sebuah suara yang timbul dan terbilang tidak diinginkan yang terbilang sangat kompleks serta berasal dari berbagai frekuensi dan baik secara periodik maupun non periodik," jelasnya.

Sesuai standar yang ada, intensitas kebisingan (dB) yang sesuai dengan OSHA itu berada di angka 90 dB, sementara di Indonesia sendiri berada ada 80 dB.

Jika intensitas kebisingannya lebih dari standar yang sudah ada dan langsung mengenai karyawan dalam periode waktu yang lama dan sering tanpa dilengkapi dengan pelindung telinga, jelas Joko, maka dipastikan akan menimbulkan derajat kebisingan tinggi dan bisa menimbulkan ketulian.

"Secara Psikologi, orang yang terkena paparan kebisingan bisa menyebabkan beberapa hal. Diantaranya menimbulkan rasa perih, sakit pada gendang telinga hingga membuat seseorang menjadi emosional. Bila kebisingan diterima dalam waktu lama dapat menyebabkan penyakit psikosomatik berupa gastritis, jantung, stres hingga kelelahan ,"jelasnya.

Selain itu, tambahnya, gangguan kebisingan juga dapat berupa peningkatan tekanan darah, peningkatan nadi, konstriksi pembuluh darah perifer terutama pada tangan dan kaki, serta dapat menyebabkan pucat dan gangguan sensoris.

Bising dengan intensitas tinggi juga dapat menyebabkan pusing atau sakit kepala. Mengingat hal ini disebabkan bising dapat merangsang situasi reseptor vestibular dalam telinga dalam yang akan menimbulkan evek pusing atau vertigo.

Untuk itu, penggunaan alat pelindung telinga menjadi sebuah keharusan bagi seluruh karyawan yang sehari-hari bekerja pada lokasi kebisingan.

Serta sangatlah penting bagi para pekerja untuk mengetahui penyebab dan mewaspadai hal ini.

"Pihak perusahaan juga perlu melakukan pencegahan terhadap bahaya ini bagi para perkerjanya meliputi pengawasan terhadap lokasi tempat sumber kebisingan hingga pemeriksaan pendengaran para pekerja secara berkala," tutup Joko.(Corporate Communication ATB/Iman Suryanto)



Copyright © 2016 Adhya Tirta Batam. All Rights Reserved. Situs didesain oleh Internal Developer PT. Adhya Tirta Batam